1. PERBEDAAN ILMU EKONOMI REGIONAL DENGAN ILMU EKONOMI PEMBANGUNAN

Ilmu ekonomi regional dan ilmu ekonomi pembangunan memiliki sasaran yang sama, yaitu mencari langkah – langkah yang perlu ditempuh untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat. Akan tetapi, keduanya berbeda terutama karena luas cakupannya yang berbeda. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, dibawah ini diberikan beda anatar ilmu ekonomi regional dengan ilmu ekonomi pembangunan.

  1. Ilmu ekonomi pembangunan kurang membicarakan perbedaan/hubungan antarbagian wilayah sedangkan ekonomi regional mengutamakan membicarakan perbedaan/hubungan antarbagian wilayah.
  2. Objek ekonomi pembangunan, mencakup seluruh wilayah dari suatu negara, sedangkan ekonomi regional bisa hanya membicarakan bagian tertentu saja dari wilayah satu negara. Jadi, ruang gerak ilmu ekonomi pembangunan dibatai oleh wilayah satu negara sedangkan objek ilmu ekonomi regional bisa lebih kecil dari wilayah satu negara, tetapi bisa lebih besar berupa wilayah dari beberapa Negara sekaligus, yaitu apabila keseluruhan negara dianggap satu kesatuan wilayah analisis.
  3. Ekonomi pembangunan membahas hal – hal, seperti moneter, fiskal/perpajakan, impor dan ekspor, tahap – tahap pertumbuhan, dan berbagai kebijakan makro lainnya. Ilmu ekonomi regional membahas hal – hal, seperti pengaruh pengembangan satu daerah kota terhadap daerah belakangnya atau kota lainnya, arah perpindahan modal dan tenaga kerja serta faktor  – faktor penyebabnya, arus barang dan uang dalam suatu wilayah, dan lain – lain yang bersifat local tetapi lebih rinci dinandingkan dengan ekonomi pembangunan. Sebagai akibat ruang lingkupnya yang lebih local mala ekonomi regional lebih bersifat policy oriented.
  4. Banyak model analisis dalam ekonomi pembangunan dengan sedikit modifikasi dapat diterapkan dalam ekonomi regional, misalnya teori Harrod-Domar, teori ekonomi klasik, analisis input-output, perhitungan GNP, dan lain – lain. Sedangkan banyak model analisis yang spesifik ekonomi regional tidak dapat diterapkan untuk ilmu ekonomi pembangunan pembangunan.
  5. Ekonomi pembangunan banyak berisikan teori – teori murni (positive science) sedangkan ekonomi regional banyak berisikan rumus – rumus aplikasi (normative science). Hal ini tidak mengherankan karena ekonomi regional sendri berkembang dari kebutuhan dalam pelaksanaan pembangunan di daerah – daerah.

PERBEDAAN FUNGSI BERBAGAI DISIPLIN ILMU DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Kita ketahui bahwa hampir semua disiplin ilmu berguna dalam perencanaan pembangunan. Bagaimanakah masing – masing disiplin ilmu memberikan sumbangannya terhadap perencanaan pembangunan. Untuk menyederhanakan persoalan, mari kita misalkan peran masing – masing disiplin ilmu terhadap rencana sebuah proyek yang akan dibangun. Untuk membandingkan perbedaan fungsi dari berbagai ilmu yang terkait dengan perencanaan pembangunan, misalnya ada proyek yang akan dibangun, masing – masing disiplin ilmu akan mengajukan pertanyaan yang berbeda yang mampu mereka jawab. Para ekonomi murni akan bertanya: apakah proyek itu layak (feasible) untuk dibangun. Seorang ahli ekonomi wilayah akan bertanya apakah proyek itu perlu dibangun dan kalau ya, di wilayah mana (bagian wilayah mana) sebaiknya proyek itu dibangun. Seorang perencana wilayah akan bertanya apakah proyek itu prioritas untuk dibangun dan kalu ya, dimana lokasinya sebaiknya dibangun. Seorang ahli teknik sipil (ataupun ahli sektoral teknik lainnya) akan bertanya apakah proyek yang dibangun berguna atau tidak. Kalau ya, dimana lokasi proyek itu sebaiknya dibangun. Seorang ahli ilmu bumi ekonomi dan ahli ilmu teknis lainnya akan bekerja sama dengan perencana wilayah untuk menentukan lokasi dari proyek tersebut. Disiplin ilmu sosial lainnya termasuk ilmu hukum dan lingkungan hidup akan bekerja sama dengan para ekonom untuk menentukan apakah proyek itu layak untuk dibangun atau tidak. Dalam praktiknya, semua disiplin ilmu itu bekerja sama untuk mengambil keputusan. Inisiatif awal dapat berasal dari para perencana wilayah yang merasa perlu membangun proyek di suatu lokasi. Namun untuk membuat studi yang mendalam tentang proyek, para ekonom dan disiplin ilmu lain akan turut serta memberikan masukan. Inisiatif awal dapat berasal dari masing – masing disiplin ilmu, setelah itu perlu pertimbangan perencana wilayah untuk melihat kaitan proyek dengan berbagai kegiatan lain yang sedang atau akan direncanakan. Hanya dengan kerja sama yang baik antarberbagai disiplin ilmu, dapat dihasilkan rencana yang baik guna member kemakmuran kepada seluruh masyarakat baik jangka pendek maupun jangka panjang.